Menhub: Kehadiran Stasiun KRL JIS Permudah Mobilitas Masyarakat

Menhub: Kehadiran Stasiun KRL JIS Permudah Mobilitas Masyarakat

Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan operasional Stasiun KRL Jakarta International Stadium (JIS) menjadi langkah penting dalam memperkuat integrasi transportasi publik di kawasan Jabodetabek. Kehadiran stasiun baru pada lintas Commuter Line Tanjung Priok tersebut memperluas konektivitas antarmoda transportasi sekaligus memudahkan mobilitas masyarakat menuju kawasan strategis Jakarta. Stasiun JIS terhubung dengan jaringan KRL yang lebih luas melalui akses ke Stasiun Kampung Bandan dan Stasiun Jakarta Kota, sehingga memudahkan pengguna transportasi umum menjangkau kawasan stadion dan sekitarnya.

Menurut Menhub, pembangunan Stasiun KRL JIS merupakan bagian dari upaya mewujudkan sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan, efisien, dan nyaman. Kehadiran stasiun ini diharapkan dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik guna mengurangi kemacetan di ibu kota. Dudy juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas pembangunan stasiun tersebut sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan transportasi yang terintegrasi dengan kawasan strategis kota. Kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, Pemprov DKI Jakarta, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Kereta Commuter Indonesia dinilai menjadi kunci keberhasilan pengembangan transportasi publik yang semakin terhubung.

Pada masa operasional terbatas yang dimulai sejak 22 Juni 2026, layanan Commuter Line Tanjung Priok berhenti di Stasiun JIS dengan frekuensi perjalanan setiap 30 menit dan beroperasi setiap hari pukul 05.30 WIB hingga 21.00 WIB. Sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta ke-499, tarif perjalanan menuju dan dari Stasiun JIS ditetapkan hanya Rp1 hingga 28 Juni 2026. Dengan pembangunan fisik yang telah rampung, termasuk area peron, jalur pedestrian, dan jembatan penghubung, Stasiun JIS diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar, meningkatkan aksesibilitas masyarakat, serta memperkuat integrasi transportasi publik di Jakarta. Dikutip dari Antaranews.com