Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso bersama Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal membahas langkah strategis untuk memperkuat hubungan perdagangan Indonesia-India. Pertemuan yang berlangsung di sela-sela BRICS Tingkat Menteri Perdagangan di Jaipur, India, Jumat (7/8/2026), tersebut membahas percepatan kerja sama perdagangan, peningkatan akses pasar, serta penguatan investasi guna memberikan manfaat lebih besar bagi pelaku usaha kedua negara.
Indonesia juga mendukung India sebagai tuan rumah Working Group on Trade and Investment (WGTI) kedua pada 2026 serta mendorong penyelesaian reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada 2026. Dalam perundingan tersebut, Indonesia berkomitmen memenuhi target liberalisasi akses pasar sebesar 80 persen, meningkat dari tingkat liberalisasi saat ini sebesar 41,9 persen. Mendag Budi juga mengapresiasi respons positif India terhadap usulan pembentukan Indonesia-India Preferential Trade Agreement (ID-IN PTA) yang diharapkan dapat memperluas akses pasar dan mengurangi hambatan perdagangan.
Hubungan dagang Indonesia-India menunjukkan potensi yang besar. Pada Januari-Juni 2026, total perdagangan kedua negara mencapai 11,89 miliar dolar AS dengan surplus Indonesia sebesar 6,68 miliar dolar AS. Sementara itu, sepanjang 2025, perdagangan bilateral mencapai 23,13 miliar dolar AS dengan surplus Indonesia sebesar 13,46 miliar dolar AS. Komoditas utama ekspor Indonesia ke India antara lain batu bara, minyak sawit, baja nirkarat, asam lemak monokarboksilat industri, dan korundum buatan, sedangkan impor utama meliputi daging kerbau, kacang tanah, kendaraan pengangkut barang, suku cadang traktor, dan tembakau mentah. Dikutip dari Antaranews.com
