Update Gempa Sumba Barat Daya M6,1: Ada Korban Jiwa, 20 Rumah & Fasilitas Rusak Parah

Update Gempa Sumba Barat Daya M6,1: Ada Korban Jiwa, 20 Rumah & Fasilitas Rusak Parah

Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026, dilaporkan menelan korban jiwa seorang lansia berusia 73 tahun akibat syok. Berdasarkan keterangan Kapolsek Kodi Utara, AKP Bernadus Bili Kandi, korban meninggal dunia setelah mengalami keterkejutan saat melihat keluarganya berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri dari guncangan gempa yang berpusat di laut pada kedalaman 10 kilometer. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi bahwa gempa bermagnitudo 6,1 yang tidak berpotensi tsunami ini juga dirasakan kuat di sejumlah wilayah tetangga seperti Sumba Barat dan Manggarai Barat.

Selain korban jiwa, guncangan kuat tersebut turut memicu kerusakan material yang signifikan di berbagai titik wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya. BNPB mencatat sedikitnya 20 unit rumah warga mengalami dampak kerusakan—dengan rincian 19 unit rusak ringan dan satu unit rusak sedang—yang tersebar di beberapa desa seperti Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit. Tidak hanya pemukiman warga, sejumlah fasilitas umum dan tempat ibadah pun dilaporkan tidak luput dari dampak guncangan gempa bumi ini.

Berdasarkan pendataan lanjutan, kerusakan ringan juga menimpa tiga tempat ibadah yaitu Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula. Fasilitas publik seperti lembaga pendidikan SDK Manu Toghi serta Balai KB Desa Wallandimu turut mengalami kerusakan akibat bencana alam tersebut. Menyikapi situasi ini, pihak BNPB mengimbau masyarakat agar senantiasa tetap tenang, waspada terhadap potensi gempa susulan, serta hanya merujuk pada informasi resmi dari instansi berwenang. Dikutip dari rri.co.id