JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) berhasil menjaring 77 anak jalanan di Jakarta untuk diproyeksikan menjadi siswa Sekolah Rakyat, di mana 29 di antaranya berprofesi sebagai pengamen. Penjangkauan ini dilakukan secara proaktif oleh tim Kemensos di berbagai titik rawan seperti perempatan jalan dan pasar untuk menyelamatkan anak-anak usia sekolah yang putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan formal. Program ini merupakan atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna memastikan anak-anak dari kelompok rentan mendapatkan akses pendidikan yang layak dan bermartabat.
Proses perekrutan siswa Sekolah Rakyat dilakukan melalui sistem pendataan dan verifikasi lapangan yang ketat, bukan melalui pendaftaran terbuka, guna memastikan bantuan tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar terpinggirkan. Selain terjun langsung ke lapangan, Kemensos memanfaatkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko tinggi putus sekolah akibat tuntutan ekonomi keluarga. Setelah data terverifikasi, petugas akan melakukan pendekatan dan meminta persetujuan dari orang tua atau wali murid sebelum anak-anak tersebut resmi diasramakan dalam sistem pendidikan Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi komprehensif yang tidak hanya menawarkan kurikulum pendidikan, tetapi juga menjamin seluruh kebutuhan dasar siswanya secara gratis. Selama masa pendidikan, para siswa akan mendapatkan fasilitas tempat tinggal, asupan makanan bergizi, hingga layanan kesehatan yang terjamin guna mendukung proses belajar yang optimal. Melalui penguatan sinergi antara perlindungan sosial dan pendidikan ini, pemerintah optimistis dapat memutus rantai kemiskinan dan eksploitasi anak di jalanan, sekaligus memberikan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Indonesia. Dikutip dari RRI.co.id
