Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh melaporkan lonjakan signifikan jumlah kepulangan warga negara Indonesia (WNI) yang terjerat sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, tepatnya sejak 30 Januari hingga 22 Februari 2026, total WNI yang kepulangannya difasilitasi oleh KBRI telah mencapai 692 orang. Puncaknya terjadi pada 22 Februari, di mana sebanyak 131 WNI diterbangkan kembali ke tanah air dalam satu hari.
Sebagian besar WNI yang dipulangkan tersebut berangkat menggunakan tiket mandiri setelah mendapatkan asistensi dari pihak kedutaan. Fasilitas yang diberikan meliputi penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi mereka yang kehilangan dokumen resmi, hingga bantuan pengajuan keringanan denda keimigrasian kepada otoritas Kamboja. Setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tim gabungan penegak hukum langsung melakukan pemeriksaan intensif guna menilai tingkat keterlibatan masing-masing individu dalam sindikat kejahatan siber lintas negara tersebut.
Data mengejutkan menunjukkan eskalasi kasus yang sangat tinggi di awal tahun 2026. Sejak pertengahan Januari hingga akhir Februari, jumlah WNI yang melapor ke KBRI mencapai 4.725 orang, angka yang hampir menyamai total kasus sepanjang tahun 2025. Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, telah melakukan pertemuan strategis dengan Pemerintah Kamboja guna memperkuat kerja sama pemberantasan kejahatan lintas negara. Pihak KBRI memprediksi permintaan kepulangan akan terus meningkat tajam menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang. Dikutip dari Antaranews.com
