JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi 46,2 poin atau 0,75 persen ke level 6.146,72 pada akhir sesi II. Meski sempat dibuka menguat pada posisi 6.210,42, laju indeks saham berbalik arah hingga menyentuh level terendahnya di 6.136,19 akibat dominasi tekanan jual sepanjang hari.
Aktivitas pasar modal tercatat berlangsung sangat dinamis dengan nilai transaksi mencapai Rp35,9 triliun dari total 47,98 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Pergerakan IHSG yang berada di zona merah ini diwarnai oleh 258 saham melemah, 378 saham menguat, serta 157 saham stagnan. Frekuensi transaksi harian pun menembus angka lebih dari 1,5 juta kali, mencerminkan tingginya respons pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi makro terbaru.
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas mengungkapkan bahwa penurunan IHSG terutama dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang membakar kembali kekhawatiran pasar terhadap inflasi serta arah suku bunga global. Lonjakan pasokan minyak tersebut terancam akibat gangguan badai di wilayah produksi Amerika Serikat dan peningkatan tensi geopolitik dari serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi, sehingga memicu aksi lepas portofolio oleh para investor. Dikutip dari rri.co.id
