AHY Ungkap Masalah Ketimpangan Air dan Pencemaran Sungai di Indonesia

AHY Ungkap Masalah Ketimpangan Air dan Pencemaran Sungai di Indonesia

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti ketimpangan ketersediaan air serta pencemaran sungai di Indonesia yang menjadi tantangan dalam memperkuat ketahanan air nasional. AHY menyebut Pulau Jawa menampung lebih dari separuh penduduk Indonesia, tetapi hanya memiliki sekitar 4,5 persen potensi air permukaan. Pemerintah pun menempatkan ketahanan air sebagai salah satu prioritas bersama ketahanan pangan dan energi, termasuk dengan memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan sektor pertanian serta mengantisipasi dampak kekeringan akibat musim kemarau dan fenomena El Nino.

Selain persoalan ketersediaan, AHY menyoroti kualitas air yang masih menjadi tantangan. Sekitar 70 persen sungai di Indonesia disebut telah tercemar. Untuk memperluas akses masyarakat terhadap air minum, pemerintah menargetkan akses rumah tangga terhadap air minum perpipaan mencapai 51,36 persen pada 2029 dan meningkat menjadi 100 persen pada 2045. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional, perluasan sambungan rumah, penguatan kelembagaan dan pembiayaan, serta penerapan sanitasi aman.

AHY juga mendorong pemanfaatan teknologi seperti desalinasi air laut, pengolahan air payau, air tanah dalam, hingga teknologi air tawar bawah laut untuk mengatasi ketimpangan air. Menurutnya, pengembangan teknologi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, industri, dan penyedia teknologi melalui riset maupun produksi bersama. Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan Indo Water 2026 Expo and Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta, yang berlangsung 11–13 Agustus 2026 dan diikuti lebih dari 700 peserta dari 23 negara. Dikutip dari RRI.co.id