Jakarta – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus memperkuat pembenahan operasional melalui efisiensi produksi, optimalisasi rantai pasok, penguatan tata kelola, dan restrukturisasi bisnis. Dukungan dari Danantara menjadi katalis penting, memungkinkan perseroan meningkatkan utilisasi fasilitas, stabilitas pasokan bahan baku, percepatan siklus produksi, serta penguatan daya saing harga dan pengiriman.
Krakatau Steel menyampaikan apresiasi kepada Danantara sebagai mitra strategis pemerintah dalam program penyehatan BUMN. Modal kerja yang diberikan menjadi fondasi penguatan struktur finansial dan operasional, sehingga perseroan dapat kembali berada di jalur produktivitas dan profitabilitas berkelanjutan.
Managing Director Business-3 Danantara Asset Management, Febriany Eddy, menekankan pentingnya penyehatan Krakatau Steel sebagai industri strategis nasional. Dengan meningkatnya kebutuhan baja domestik dan regional dari sektor konstruksi, transportasi, dan manufaktur, efisiensi industri baja menjadi prioritas. Dukungan ini juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional, termasuk penguatan kemandirian industri dan hilirisasi manufaktur.
Sejalan dengan dukungan Danantara, Krakatau Steel mencatat laba Rp401 miliar pada kuartal III 2025. Perseroan berhasil melakukan program Penyelesaian Kewajiban Dipercepat dengan keringanan (haircut) sehingga kewajiban pokok berkurang dan beban bunga dapat ditekan. Transformasi ini menegaskan komitmen perseroan untuk tumbuh kompetitif, berkelanjutan, dan mendukung pembangunan nasional. Dengan struktur permodalan lebih sehat dan produktivitas optimal, Krakatau Steel optimis menutup 2025 dengan kinerja positif serta memperkuat perannya dalam rantai pasok baja nasional. Dikutip dari Metrotvnews.com
