Wakil Bupati Purworejo Dukung Sengkuyung Mobile untuk Tingkatkan Kepatuhan PKB dan SWDKLLJ

Wakil Bupati Purworejo Dukung Sengkuyung Mobile untuk Tingkatkan Kepatuhan PKB dan SWDKLLJ

Purworejo – Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.Kom., M.Si., mendukung penguatan Program Sengkuyung Mobile sebagai salah satu upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan Roadshow Kolaborasi Tim Pembina Samsat Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Purworejo yang digelar di Ruang Bagelen Kantor Bupati Purworejo.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam mengoptimalkan kepatuhan pajak kendaraan bermotor melalui pemanfaatan teknologi digital, validasi data kendaraan, serta dukungan perangkat daerah dan pemerintah desa. Melalui kolaborasi tersebut, tindak lanjut terhadap potensi kendaraan yang belum memenuhi kewajiban pembayaran diharapkan dapat dilakukan secara lebih akurat, terukur, dan tepat sasaran.

Roadshow Kolaborasi tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Masrofi, S.Sos., M.Si.; Kepala Kantor Wilayah Utama PT Jasa Raharja Jawa Tengah, Triadi, S.H., M.H., QCRO; Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.Kom., M.Si.; serta unsur Tim Pembina Samsat dan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.Kom., M.Si., menegaskan pentingnya validasi aset kendaraan milik pemerintah daerah sebagai dasar pengelolaan aset, termasuk proses penghapusan aset kendaraan yang sudah tidak memenuhi ketentuan di masa mendatang. Validasi tersebut dinilai penting agar data kendaraan pemerintah daerah semakin tertib, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Purworejo juga mendorong semangat sengkuyung melalui koordinasi dengan perangkat desa untuk melakukan inventarisasi kendaraan secara lebih akurat. Langkah ini diharapkan dapat mendukung validitas data kendaraan sekaligus meningkatkan efektivitas program kepatuhan pajak kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Purworejo.

“Validasi data kendaraan menjadi bagian penting dalam pengelolaan aset dan peningkatan kepatuhan pajak kendaraan bermotor. Pemerintah Kabupaten Purworejo mendukung sinergi bersama Tim Pembina Samsat, termasuk melalui peran perangkat desa, agar data kendaraan semakin akurat dan tindak lanjut di lapangan dapat berjalan lebih efektif,” ujar Dion.

Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Masrofi, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo yang telah mempersiapkan perangkat desa untuk mendukung sinergitas Program Sengkuyung. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan Tim Pembina Samsat menjadi kunci keberhasilan dalam mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.

Selain melalui pemanfaatan dashboard data potensi kendaraan, upaya peningkatan kepatuhan juga terus dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di berbagai lokasi strategis, termasuk di jalan raya. Edukasi tersebut menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pembayaran PKB dan SWDKLLJ memiliki manfaat bagi pembangunan daerah sekaligus perlindungan bagi masyarakat.

“Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perangkat desa menjadi sangat penting karena data kendaraan perlu ditindaklanjuti secara bersama. Melalui Program Sengkuyung dan pemanfaatan dashboard data, potensi kendaraan dapat dipetakan dengan lebih baik sehingga kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor semakin meningkat,” ujar Masrofi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Utama PT Jasa Raharja Jawa Tengah, Triadi, S.H., M.H., QCRO, menjelaskan bahwa Program Sengkuyung merupakan inovasi Jawa Tengah dalam penanganan tunggakan pajak kendaraan bermotor melalui kolaborasi lintas sektor, pendekatan 2R yaitu Relaksasi dan Razia, serta pemanfaatan Dashboard Sengkuyung Mobile.

Menurut Triadi, penguatan Program Sengkuyung tidak hanya bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah, tetapi juga memastikan keberlanjutan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas melalui SWDKLLJ yang dibayarkan bersamaan dengan PKB.

“SWDKLLJ memiliki nilai kemanusiaan karena menjadi sumber perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan. Karena itu, kepatuhan membayar PKB dan SWDKLLJ bukan hanya soal administrasi kendaraan, tetapi juga bentuk kepedulian bersama untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan ketika terjadi risiko kecelakaan,” jelas Triadi.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan Dashboard Sengkuyung Mobile merupakan langkah penting dalam membangun pelayanan yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data. Dengan data yang lebih akurat, Tim Pembina Samsat bersama pemerintah daerah dan perangkat desa dapat melakukan edukasi serta tindak lanjut secara lebih humanis, tepat sasaran, dan mudah dipahami masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, BPKAD Kabupaten Purworejo juga menyampaikan bahwa dashboard data kendaraan dapat membantu pemerintah desa memperoleh informasi yang lebih akurat. Data tersebut dapat digunakan untuk mendukung inventarisasi kendaraan, validasi aset, serta optimalisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Purworejo.

Melalui kegiatan Roadshow Kolaborasi ini, Tim Pembina Samsat Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Purworejo mendorong tiga penguatan utama. Pertama, validasi data kendaraan milik pemerintah daerah dan masyarakat melalui dukungan perangkat desa. Kedua, optimalisasi Dashboard Sengkuyung Mobile sebagai dasar pemetaan potensi dan tindak lanjut kepatuhan. Ketiga, peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar manfaat pembayaran PKB dan SWDKLLJ dapat dipahami secara lebih luas.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan Samsat melalui pelayanan yang semakin proaktif, terbuka, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Purworejo, perangkat desa, Bapenda, Jasa Raharja, dan unsur Tim Pembina Samsat, optimalisasi kepatuhan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Purworejo diharapkan dapat berjalan semakin efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Roadshow Kolaborasi di Kabupaten Purworejo menegaskan bahwa peningkatan kepatuhan PKB dan SWDKLLJ memerlukan data yang valid, kerja sama lintas instansi, serta pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Melalui penguatan Sengkuyung Mobile dan dukungan perangkat desa, Purworejo diharapkan dapat semakin tertib administrasi kendaraan, meningkat penerimaan daerahnya, serta semakin memahami manfaat perlindungan Jasa Raharja bagi korban kecelakaan lalu lintas.