Masyarakat Jakarta tetap antusias merayakan malam pergantian tahun 2026 di kawasan Monumen Nasional meskipun hujan mengguyur lokasi sejak malam hari. Para pengunjung tetap bertahan di area terbuka dengan menggunakan jas hujan dan payung demi menyaksikan atraksi video mapping serta momen hitung mundur di tugu Monas. Suasana tetap terasa meriah dan penuh kebersamaan walau cuaca dalam kondisi hujan dengan intensitas sedang sepanjang malam pergantian tahun tersebut.
Perayaan tahun ini tampil berbeda karena langit di sekitar Monas tidak diwarnai dengan nyala kembang api maupun petasan. Keputusan tersebut disambut baik oleh pengunjung yang menganggapnya sebagai bentuk empati terhadap warga di Sumatra dan daerah lainnya yang sedang tertimpa musibah bencana alam. Sebagai gantinya, puncak pergantian tahun ditandai dengan munculnya tulisan digital selamat tahun baru pada tugu Monas yang tetap memberikan kesan mendalam bagi warga.
Selain merayakan momen pergantian tahun, para pengunjung juga memanjatkan doa agar wilayah yang terdampak bencana segera pulih dan masyarakat diberikan kelancaran dalam menghadapi tahun 2026. Setelah rangkaian acara selesai, warga mulai meninggalkan lokasi dengan tertib sehingga situasi di pusat kota terpantau aman dan kondusif. Meski berlangsung sederhana tanpa kembang api, perayaan kali ini dinilai lebih bermakna karena mengedepankan solidaritas antar sesama. Dikutip dari Merdeka.com
