Tertinggi dalam Dua Tahun, Indeks Manufaktur Indonesia Capai 53,8 pada Februari

Tertinggi dalam Dua Tahun, Indeks Manufaktur Indonesia Capai 53,8 pada Februari

Jakarta – S&P Global Market Intelligence melaporkan performa gemilang sektor manufaktur Indonesia pada Februari 2026. Data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia tercatat melonjak ke level 53,8 poin, naik signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 52,6 poin. Capaian ini merupakan titik tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir sejak Maret 2024, sekaligus menegaskan bahwa industri nasional berada dalam fase ekspansi yang sangat kuat di awal tahun ini.

Ekonom S&P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti, menjelaskan bahwa kenaikan ini didorong oleh permintaan domestik yang solid dan peningkatan volume penjualan. Kondisi pasar yang positif memicu perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi, menambah jumlah tenaga kerja, serta mempercepat aktivitas pembelian bahan baku. Meskipun produsen masih menghadapi tantangan berupa tingginya biaya produksi akibat kenaikan harga bahan baku, tingkat inflasi harga pabrik tercatat sebagai yang terendah sejak Agustus lalu, memberikan angin segar bagi stabilitas harga di tingkat konsumen.

Sejalan dengan data S&P Global, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga merilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Februari 2026 yang tetap berada di zona ekspansif pada angka 54,02 poin. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, mengungkapkan bahwa 19 dari 23 subsektor industri pengolahan saat ini berada dalam fase pertumbuhan. Sektor-sektor yang ekspansif ini memberikan kontribusi besar, yakni mencapai 92,9 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas, dengan industri pencetakan serta alat angkutan lainnya menjadi motor penggerak utama. Dikutip dari Antaranews.com