PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menunjukkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal III 2025, dengan laba bersih mencapai Rp432 miliar atau tumbuh 3 persen yoy. Pendapatan perseroan tercatat Rp2,43 triliun, sementara aset tumbuh menjadi Rp53,66 triliun, liabilitas Rp32,76 triliun, dan ekuitas Rp20,91 triliun.
Sebagai special mission vehicle pemerintah, SMF menyalurkan pendanaan Rp14,53 triliun hingga September 2025, yang berkontribusi pada total kumulatif Rp135,23 triliun sejak perusahaan berdiri. Kinerja ini diperkuat dengan kemampuan menghimpun pendanaan sekitar Rp10 triliun dari pasar modal serta penerbitan surat utang sebanyak 73 kali dengan nilai Rp74,87 triliun.
Indikator profitabilitas perseroan juga mencatatkan hasil positif, tercermin dari ROA 1,07 persen, ROE 2,82 persen, dan profit margin 17,68 persen. Sementara itu, NPL sangat rendah di 0,003 persen, menegaskan kualitas pembiayaan KPR yang terjaga.
Dalam mendukung program 3 juta rumah, SMF aktif menyalurkan pendanaan KPR FLPP sebesar Rp29,92 triliun untuk 797.120 rumah sejak 2018. Program pembiayaan mikro Griya Tunas, yang menyasar pekerja informal, juga semakin diperluas dan telah menjangkau 36.545 rumah pada 2025. Program ini menjadi solusi atas backlog kelayakan hunian yang mencapai 25,3 juta unit menurut data BPS 2024.
Dikutip dari antaranews.com
