Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat ke level Rp16.929 pada perdagangan Kamis pagi seiring dengan respon positif pasar terhadap kebijakan moneter domestik. Penguatan ini dipicu oleh euforia investor setelah Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75 persen dalam rapat dewan gubernur terbaru. Langkah bank sentral tersebut dinilai memberikan arah kebijakan yang jelas dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta menjaga daya tarik aset domestik di mata investor.
Analis menilai bahwa keputusan menahan suku bunga, termasuk deposit facility di 3,75 persen dan lending facility di 5,5 persen, merupakan sinyal kehati-hatian yang efektif meredam ekspektasi negatif. BI menyatakan bahwa fokus kebijakan saat ini adalah memitigasi dampak ketidakpastian global guna mendukung sasaran inflasi 2026-2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Bank sentral juga tetap mencermati ruang penurunan suku bunga lebih lanjut di masa depan jika kondisi inflasi tetap terkendali dalam sasaran yang ditetapkan.
Dari sisi global, apresiasi rupiah didukung oleh meredanya ketegangan geopolitik terkait isu Greenland antara Amerika Serikat dan Denmark. Presiden Donald Trump dilaporkan telah mencabut ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa setelah tercapainya kerangka kesepakatan diplomatik. Berkurangnya ancaman perang dagang dan volatilitas global ini memberikan sentimen positif tambahan bagi pasar keuangan, sehingga membantu rupiah bergerak stabil di zona hijau. Dikutip dari Antaranews.com
