PLN Resmi Aktifkan Kembali Kabel Laut Sumatera–Bangka untuk Pasokan Listrik Andal

PLN Resmi Aktifkan Kembali Kabel Laut Sumatera–Bangka untuk Pasokan Listrik Andal

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali mengoperasikan saluran kabel laut dan kabel tanah tegangan tinggi sirkit-2 yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Bangka. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat sistem kelistrikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung, Ira Savitri, mengatakan bahwa pengoperasian kembali saluran listrik 150 kV Sumatera–Bangka menjadi bagian dari upaya peningkatan keandalan pasokan energi di wilayah kepulauan.“Pengoperasian kembali saluran listrik 150 kV Sumatera–Bangka ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik,” ujar Ira di Pangkalpinang, Minggu (9/11/2025).Menurut Ira, jaringan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan pada tahun 2023 di kabel phasa R pada jarak 14,7 kilometer dari arah Tanjungcarat menuju Mentok. Setelah melalui proses inspeksi teknis, uji keandalan, dan sinkronisasi sistem, jaringan akhirnya kembali diberi tegangan dan resmi dioperasikan.

Dengan berfungsinya kembali kabel laut sirkit-2, pasokan listrik dari Sumatera ke Bangka kini lebih stabil, bahkan kapasitas transfer daya meningkat dari 60 megawatt (MW) menjadi 100 MW.“Ini bentuk komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, sektor industri, dan pelayanan publik,” tambah Ira.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani turut mengapresiasi langkah cepat PLN dalam memulihkan jaringan tersebut.

“Ketersediaan listrik yang andal menjadi kunci utama menarik investasi. Kami optimistis iklim investasi di Babel akan semakin meningkat dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyebut pengoperasian kembali jaringan interkoneksi ini menjadi tonggak penting bagi penguatan sistem kelistrikan nasional dan pemerataan energi.

“Listrik yang andal bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi penggerak utama ekonomi bangsa. Kami ingin memastikan wilayah kepulauan juga merasakan manfaat transformasi kelistrikan,” katanya.

Pemulihan jaringan interkoneksi ini mencakup perbaikan kabel laut sepanjang 36 kilometer dan kabel tanah 3,9 kilometer, dengan penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara ketat. PLN berharap keandalan sistem ini mampu mendukung aktivitas masyarakat, industri, dan layanan publik di Bangka Belitung secara optimal.

RRI.co.id