Surabaya – Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menyatakan kekecewaannya setelah timnya hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menghadapi Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, hasil ini merupakan kerugian besar bagi timnya karena gagal meraih poin penuh di kandang meskipun telah unggul jumlah pemain sejak awal babak kedua. Ia menekankan bahwa satu poin tidaklah cukup dan seluruh skuad harus bekerja jauh lebih keras untuk memperbaiki performa mereka.
Kekecewaan Tavares secara khusus tertuju pada lambatnya sirkulasi bola yang diperagakan para pemainnya. Ia melontarkan kritik tajam dengan menyamakan pergerakan pemain seperti tukang pos yang lamban dalam mengalirkan bola dibandingkan kecepatan pengiriman email di era modern. Hal ini dianggap sebagai penyebab utama kegagalan Persebaya dalam membongkar pertahanan rapat Dewa United karena lawan memiliki banyak waktu untuk menutup ruang kosong di lini belakang.
Di sisi lain, kapten tim Bruno Moreira turut mengakui bahwa hasil imbang ini sangat jauh dari harapan para pemain maupun pendukung setia mereka. Situasi semakin sulit bagi Bajol Ijo karena sang kapten dipastikan absen pada pertandingan krusial berikutnya melawan Bali United akibat akumulasi kartu kuning. Bruno hanya bisa memberikan dukungan moral dan mendoakan rekan setimnya agar mampu kembali ke jalur kemenangan pada laga tandang mendatang. Dikutip dari Antaranews.com
