Jakarta – PT Bank Jago Tbk melalui Unit Usaha Syariah (Jago Syariah) mencatat tren positif dalam perencanaan keuangan religi melalui aplikasi digital. Hingga awal tahun 2026, lebih dari 40 ribu nasabah telah memanfaatkan fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah untuk mempersiapkan ibadah ke Tanah Suci. Fitur yang baru diluncurkan pada Oktober 2025 ini hadir sebagai template khusus yang memudahkan nasabah memisahkan serta mengalokasikan dana ibadah secara terstruktur dan sistematis.
Head of Sharia Business Bank Jago, Waasi Sumintardja, mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap tabungan haji dan umrah digital ini sangat tinggi. Sejak diluncurkan hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 16.000 nasabah telah membuat Kantong Haji dan 20.000 nasabah membuka Kantong Umrah. Selain itu, selama dua pekan pertama Ramadan 2026, aktivitas nasabah dalam menggunakan fitur kantong untuk kebutuhan religius meningkat tajam, di mana Kantong Haji dan Umrah menempati urutan keempat setelah kantong kurban, kebutuhan Ramadan/THR, serta zakat dan sedekah.
Keunggulan lain yang menjadi daya tarik adalah adanya fitur kantong bersama, yang digunakan oleh sekitar 5 persen nasabah untuk merencanakan ibadah secara kolektif. Jago Syariah juga mencatat lonjakan transaksi sedekah dan amal hingga 250 persen selama Ramadan, dengan mayoritas transaksi dilakukan pada waktu subuh hingga dhuha. Dengan pertumbuhan total pengguna mencapai 2,4 juta nasabah hingga akhir 2025, Jago Syariah terus memperkuat posisinya sebagai solusi keuangan digital yang membantu masyarakat mengelola kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang sesuai prinsip syariah. Dikutip dari Antaranews.com
