Perkuat Stabilitas, Kerja Sama Keuangan Indonesia dan China Jadi Benteng Ekonomi

Perkuat Stabilitas, Kerja Sama Keuangan Indonesia dan China Jadi Benteng Ekonomi

Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan bahwa penguatan kerja sama keuangan antara Indonesia dan China merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi. Dalam dialog bisnis multilateral di Jakarta, Luhut menjelaskan bahwa di tengah pergeseran rantai pasok global dan selektivitas modal, kolaborasi ini berfungsi sebagai jaring pengaman keuangan yang kredibel. Penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral dinilai mampu menekan biaya operasional, memberikan kepastian bisnis, serta memperkuat ketahanan likuiditas nasional menghadapi ketidakpastian ekonomi eksternal.

Implementasi mekanisme Local Currency Transaction (LCT) yang telah ditingkatkan pada tahun 2025 menjadi pilar utama dalam mengurangi ketergantungan pada mata uang asing dan meminimalisir volatilitas nilai tukar. Indonesia dan China bahkan telah memperbarui perjanjian swap bilateral dengan nilai jalur pertukaran mencapai 400 miliar yuan. Wakil Presiden Bank of China, Yang Jun, menambahkan bahwa mekanisme ini kini mencakup seluruh bidang neraca pembayaran, yang telah memfasilitasi ratusan perusahaan di kedua negara guna menciptakan ruang gerak ekonomi yang lebih fleksibel dan mandiri di kawasan ASEAN.

Sinergi finansial ini tercermin pada performa perdagangan bilateral yang gemilang, di mana nilai perdagangan Indonesia-China melampaui 150 miliar dolar AS pada tahun 2025. Dengan investasi langsung China yang mencapai 7,5 miliar dolar AS, institusi keuangan kedua negara kini fokus membangun sistem layanan multitingkat untuk mendukung berbagai proyek strategis nasional. Melalui koordinasi erat antara bank sentral dan regulator, kerja sama ini diharapkan terus memperkokoh arsitektur ekonomi Indonesia agar tetap tangguh dan kompetitif di panggung global. Dikutip dari Antaranews.com