IHSG ditutup melemah 9,12 poin atau 0,11 persen ke level 8.677,35 pada perdagangan Rabu. Pergerakan indeks cenderung sideways karena pelaku pasar mencermati keputusan Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuannya.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memperkirakan IHSG akan berkonsolidasi di kisaran 8.600-8.750. Indeks LQ45 juga turun 1,75 poin ke posisi 852,57.
Dalam Rapat Dewan Gubernur, BI mempertahankan BI Rate di 4,75 persen, Deposit Facility di 3,75 persen, dan Lending Facility di 5,5 persen. Keputusan ini bertujuan menjaga stabilitas rupiah dan efektivitas kebijakan moneter. BI masih membuka peluang penurunan suku bunga ke depan dengan mencermati inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan kredit tercatat 7,74 persen secara tahunan pada November, tertinggi sejak Juni, didorong paket stimulus pemerintah. Namun, undisbursed loan masih tinggi sebesar Rp2.509,4 triliun atau 23,18 persen dari total kredit. Suku bunga kredit perbankan turun tipis, dari 9,2 persen menjadi 8,96 persen.
Saham yang menguat antara lain DPUM, PADI, PIPA, SOCI, dan RMKO, sedangkan saham yang melemah terdalam DNAR, SMIL, EMTK, INDX, dan CTTH. Frekuensi transaksi tercatat 2.718.075 kali, dengan volume 54,6 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp37,75 triliun. Sebanyak 379 saham menguat, 284 melemah, dan 140 stagnan. Dikutip dari Antaranews.com
