Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan dukungan terhadap wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-3 BJ Habibie, dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Dukungan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PAN, Saleh Partaonan Daulay, di Jakarta, Minggu (9/11/2025). Ia menilai ketiga tokoh tersebut memiliki jasa besar dalam sejarah bangsa dan layak mendapatkan penghargaan tertinggi dari negara.
🗣️ PAN: Penghargaan Bagi Tokoh dan Bangsa
Menurut Saleh, pemberian gelar Pahlawan Nasional bukan hanya bentuk penghormatan kepada para tokoh, tetapi juga kepada bangsa Indonesia yang mereka perjuangkan.
“Ini bukan hanya penghargaan bagi tokoh bersangkutan, tetapi juga bagi seluruh keluarga dan bangsa Indonesia,” ujar Saleh Partaonan Daulay.
Saleh menjelaskan bahwa proses penetapan gelar tersebut telah melalui tahapan seleksi dan penilaian ketat oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK).
“Dewan GTK telah memeriksa seluruh persyaratan. Saya yakin penilaian dilakukan secara objektif, jujur, dan terbuka,” ujarnya menegaskan.
🏅 Proses Seleksi Berjalan Transparan dan Objektif
Saleh menambahkan bahwa prosedur pemberian gelar Pahlawan Nasional dilakukan secara terbuka dan transparan sesuai aturan yang berlaku. Ia menilai masyarakat tak perlu memperdebatkan hasil keputusan pemerintah jika sudah melalui mekanisme resmi.
“Pemberian gelar pahlawan itu tidak perlu diperdebatkan. Dewan GTK telah melakukan penilaian berdasarkan kriteria yang ketat,” kata Saleh.
Selain Soeharto, Habibie, dan Gus Dur, menurut Saleh, ada sejumlah tokoh lain yang juga diusulkan dan kemungkinan besar akan diumumkan secara kolektif oleh pemerintah.
🇮🇩 Tiga Presiden dengan Jasa Besar untuk Bangsa
Saleh menilai ketiga nama tersebut memiliki jasa besar dan nyata dalam membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia.
- Soeharto, dengan masa kepemimpinan panjangnya, dianggap berperan dalam stabilitas politik dan pembangunan nasional.
- BJ Habibie, dikenal sebagai bapak teknologi dan demokrasi yang membuka kebebasan pers dan reformasi politik.
- Gus Dur, disebut sebagai tokoh pluralisme dan toleransi yang memperjuangkan kemanusiaan lintas agama dan budaya.
“Mereka adalah tokoh besar dengan jasa yang nyata. Kontribusi mereka membawa kemajuan bagi Indonesia dan berorientasi pada masa depan bangsa,” ucap Saleh.
🌍 Dihormati di Dalam dan Luar Negeri
Menurut Saleh, ketiga tokoh tersebut bukan hanya dihormati di dalam negeri, tetapi juga dikenal luas di dunia internasional.
“Gus Dur, Soeharto, dan Habibie merupakan sosok yang dihormati bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di panggung global,” tuturnya.
“Karena itu, wajar jika nama mereka diabadikan sebagai pahlawan nasional. Semoga ke depan lahir tokoh-tokoh yang lebih hebat,” tambah Ketua Komisi VII DPR RI itu.
✊ PAN Ajak Publik Teladani Nilai Perjuangan Para Tokoh Bangsa
Menutup pernyataannya, Saleh mengajak masyarakat untuk meneladani nilai perjuangan dan pengabdian para tokoh tersebut. Ia menilai sudah saatnya bangsa Indonesia menyoroti hal-hal positif dari para pemimpin terdahulu.
“Mari kita buka mata dan hati, saatnya mengapresiasi hal-hal baik dari mereka. Bahkan, menjadi kewajiban kita untuk meneruskan cita-cita dan perjuangan mereka,” katanya. Dikutip dari RRI.co.id
