Washington – Badan Antariksa Amerika Serikat mengumumkan percepatan jadwal kepulangan misi Crew sebelas dari Stasiun Luar Angkasa Internasional pada Kamis sore waktu setempat. Keputusan strategis ini diambil sebagai langkah preventif menyusul adanya laporan gangguan kesehatan yang dialami oleh salah satu anggota astronot saat berada di orbit. Pihak manajemen menegaskan bahwa seluruh prosedur kepulangan ini dilakukan demi menjamin keselamatan dan kesehatan para personel yang bertugas dalam misi antariksa tersebut.
Kru yang terdiri dari perwakilan lintas negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Rusia ini akan kembali ke Bumi dalam beberapa hari ke depan menggunakan wahana Dragon Endeavour. Tim medis menjelaskan bahwa meskipun kondisi astronot saat ini berada dalam keadaan stabil, diagnosis lebih lanjut tidak dapat dilakukan secara maksimal karena keterbatasan peralatan medis di stasiun luar angkasa. Pihak berwenang menyatakan bahwa masalah kesehatan yang muncul murni bersifat medis dan tidak berkaitan dengan aktivitas fisik maupun cedera yang didapat selama bertugas di luar angkasa.
Saat ini para ahli sedang melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca di sekitar perairan Florida untuk menentukan waktu pendaratan yang paling aman dan tepat bagi kapsul pembawa kru. Kendati sebagian kru harus kembali lebih awal dari jadwal semula, operasional di stasiun luar angkasa dipastikan tetap berjalan normal dengan keberadaan astronot yang bertahan di sana. NASA berkomitmen untuk segera melakukan pemeriksaan medis menyeluruh setibanya para astronot di Bumi guna memberikan penanganan yang akurat dan komprehensif. Dikutip dari RRI.co.id
