Jakarta — Memencet jerawat memang menggoda, tetapi bisa meninggalkan bekas hitam atau flek akibat trauma kulit. Menurut Joshua Zeichner, MD, Direktur Penelitian Kosmetik dan Klinis Dermatologi di Mount Sinai Medical Center, New York, langkah pemulihan kulit setelah jerawat dipencet sangat penting agar flek hitam tidak menetap.
💡 1. Jangan Lanjut Memencet atau Menyentuh Jerawat
Langkah pertama adalah berhenti menyentuh area jerawat sama sekali. Kebiasaan memencet jerawat bisa menimbulkan trauma kulit dan membuka jalan bagi infeksi. Tekanan berlebih pada kulit bisa memicu produksi melanin berlebih sehingga muncul hiperpigmentasi. Biarkan kulit tenang dan hindari mengelupas luka.
💧 2. Oleskan Petroleum Jelly atau Salep Antibiotik
Setelah membersihkan area jerawat dengan lembut, hindari penggunaan produk keras seperti benzoil peroksida atau asam salisilat. Gunakan petroleum jelly untuk menjaga kelembapan kulit dan mempercepat regenerasi. Jika luka sedikit berdarah atau dalam, oleskan salep antibiotik sesuai petunjuk dokter dan tutup dengan plester untuk mencegah infeksi dan sentuhan tangan.
🩹 3. Gunakan Stiker Jerawat Hidrokoloid
Stiker hidrokoloid efektif menyerap nanah, darah, dan cairan inflamasi dari luka jerawat, sehingga benjolan cepat mengempis. Lapisan pelindung ini juga menjaga kelembapan kulit dan mencegah tangan menyentuh luka. Pilih stiker tanpa bahan aktif keras seperti retinol atau benzoil peroksida agar kulit tidak iritasi.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, kulit biasanya menunjukkan tanda perbaikan dalam beberapa hari. Meskipun bekas hitam mungkin muncul, intensitasnya bisa diminimalkan jika perawatan dilakukan secara konsisten dan lembut.
“Biarkan kulit sembuh dengan tenang. Luka akibat jerawat akan membaik seiring waktu, asal berhenti memencet atau menyentuhnya,” pungkas Zeichner. Dikutip dari lifestyle.kompas.com
