Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan strategis dengan Konsul Jenderal Tiongkok Ye Su di Surabaya untuk memperkuat kerja sama di sektor sumber daya manusia dan perdagangan. Kolaborasi ini mencakup program beasiswa bagi pelajar, pelatihan guru SMK, serta pengembangan industri manufaktur. Khofifah menjelaskan bahwa Jawa Timur memiliki basis pendidikan yang kuat, terbukti dengan konsistensi prestasi siswa yang paling banyak diterima di perguruan tinggi negeri secara nasional selama periode 2020 hingga 2025.
Selain pendidikan umum, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengoptimalkan enam sekolah berasrama yang dirancang khusus untuk mencetak calon pemimpin masa depan. Sekolah-sekolah ini dipersiapkan untuk memanfaatkan peluang beasiswa internasional ke Tiongkok guna meningkatkan daya saing global pelajar Jawa Timur. Langkah ini dipandang sebagai cara efektif untuk memastikan transisi pendidikan menengah ke pendidikan tinggi berjalan secara adil dan berkualitas bagi generasi muda di wilayah tersebut.
Pada sektor ekonomi, pertemuan tersebut membahas optimalisasi ekspor komoditas unggulan, terutama sarang burung walet yang memiliki pasar potensial di Tiongkok. Khofifah menekankan pentingnya memenuhi standar karantina internasional untuk meningkatkan volume perdagangan Jawa Timur yang saat ini memberikan kontribusi industri manufaktur sebesar 31,16 persen bagi ekonomi nasional. Konjen Tiongkok Ye Su memberikan apresiasi atas komitmen tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperluas kemitraan di bidang ekonomi dan teknologi. Dikuti dari Antaranews.com
