Jakarta – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 72 Jakarta Utara kini telah kembali berjalan normal setelah sebelumnya sempat terganggu akibat insiden ledakan. Mayoritas siswa sudah kembali mengikuti pembelajaran secara tatap muka, meski sebagian masih melaksanakan belajar daring.
Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, Senin (17/11/2025). “Hari ini yang hadir sekitar 69%, sisanya masih daring atau izin sakit,” ujar Chico.
Sebelum pembelajaran tatap muka dibuka kembali, pihak sekolah menggelar pertemuan daring dengan orang tua siswa untuk menyampaikan perkembangan terkini terkait kondisi sekolah. Dari undangan tersebut, sekitar 20 persen wali murid hadir secara langsung, sementara sisanya menerima informasi melalui surat resmi.
“Pembelajaran bisa luring, bisa daring. Kemarin yang ikut pertemuan daring 20 persen, tapi informasi sudah disampaikan ke semua lewat surat,” jelas Chico.
Ia juga menegaskan bahwa isu mengenai orang tua yang ingin memindahkan anaknya ke sekolah lain tidak benar. Hingga saat ini, belum ada satu pun permohonan pindah sekolah yang diajukan secara resmi. “Belum ada yang resmi minta pindah. Tadi saya tanya Ibu Nahdiana (Kadisdik) juga, masih sebatas omongan,” tambahnya.
Sebelumnya, KBM di SMAN 72 Jakarta sempat dilakukan secara daring pada Senin (10/11/2025), karena sekolah masih dalam proses pengamanan pasca-ledakan yang melukai puluhan siswa. Dengan dibukanya kembali pembelajaran tatap muka, kegiatan sekolah diharapkan dapat berjalan normal sepenuhnya. Dikutip dari RRI.co.id
