Investor Antusias, Penawaran Sustainability Bond II Bank BJB Capai Rp932,4 Miliar

Investor Antusias, Penawaran Sustainability Bond II Bank BJB Capai Rp932,4 Miliar

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) mencatatkan kesuksesan besar dalam penawaran Sustainability Bond Tahap II dengan total permintaan investor mencapai Rp932,4 miliar. Pencapaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap kinerja keuangan dan prospek bisnis bank bjb yang fokus pada prinsip keberlanjutan. Instrumen ini terbagi dalam dua pilihan, yakni Seri A dengan tenor 3 tahun (kupon 5,45%–6,05%) dan Seri B dengan tenor 5 tahun (kupon 5,70%–6,30%), yang masa penawarannya telah berlangsung hingga awal Maret 2026.

Corporate Secretary bank bjb, Herfinia, menjelaskan bahwa obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan target total dana sebesar Rp2 triliun. Keberhasilan tahap kedua ini mengikuti tren positif tahap pertama pada 2024 yang sempat mengalami oversubscribe hingga 4,66 kali. Kekuatan instrumen ini juga didukung oleh peringkat idAA (Double A) dari Pefindo serta penilaian independen dari SDGs Hub Universitas Indonesia yang mengategorikan kerangka kerja bank bjb sebagai “Ramah Lingkungan/Berkelanjutan”.

Dana yang dihimpun dari penerbitan ini sepenuhnya akan dialokasikan untuk pembiayaan baru maupun pembiayaan ulang pada kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS). Langkah ini sejalan dengan komitmen bank bjb dalam memperkuat portofolio pembiayaan berkelanjutan (sustainable portfolio) yang hingga Desember 2025 telah mencapai Rp14,3 triliun. Penyaluran dana difokuskan pada berbagai sektor strategis, termasuk pembiayaan UMKM dan proyek-proyek hijau yang memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat.

Selain dari sisi pembiayaan, bank bjb juga mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam operasional internal perusahaan. Perseroan aktif melakukan mitigasi emisi melalui partisipasi di Bursa Karbon Indonesia dan telah menyelesaikan Climate Risk Stress Test (CRST) fase pertama. Melalui strategi ini, bank bjb optimistis dapat mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus mendukung target nasional menuju pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan. Dikutip dari Antaranews.com