Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memprioritaskan pemberian vaksinasi campak bagi ratusan ribu tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) di 14 daerah dengan kasus tertinggi di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons atas status Kejadian Luar Biasa (KLB) guna melindungi kelompok dewasa yang rentan terhadap penularan. Prioritas ini mencakup sekitar 39.212 tenaga medis, 223.150 nakes, serta 28.321 dokter internship di seluruh Indonesia yang memiliki risiko tinggi terpapar saat menangani pasien secara langsung.
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, menjelaskan bahwa kebijakan ini didukung oleh pemberian izin perluasan indikasi vaksin campak produksi Bio Farma bagi orang dewasa oleh BPOM. Melalui strategi Outbreak Response Immunization (ORI), pemerintah akan segera mendistribusikan stok vaksin MR yang saat ini tersedia sekitar 9,8 juta dosis di seluruh Indonesia. Stok tersebut diprediksi cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 5,5 bulan ke depan dengan pengawasan kualitas secara real-time melalui sistem SMILE.
Selain fokus pada perlindungan nakes, Kemenkes kembali mengingatkan pentingnya imunisasi dasar lengkap bagi anak-anak melalui skema tiga kali pemberian (usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD). Pemerintah mengimbau para orang tua dan wali agar segera melengkapi status imunisasi anak mereka tanpa menunggu jatuh sakit. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah pun terus dilakukan guna memastikan pelaksanaan vaksinasi berjalan efektif, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi titik merah penyebaran campak. Dikutip dari Antaranews.com
