Progres pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kini telah mencapai 89 persen. Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat melakukan kunjungan lapangan ke lokasi proyek pada Jumat (7/11/2025).
Dalam keterangannya, Wapres Gibran menegaskan bahwa proyek ini memiliki nilai strategis tinggi dalam mendukung ketahanan pangan, energi, dan pengendalian banjir di kawasan Jawa Tengah.
“Mohon agar proyek ini terus dikawal. Bendungan Jragung sangat penting bagi ketahanan pangan, energi, dan reduksi banjir,” ujar Gibran.
Menurut Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto, bendungan ini mampu menampung 90 juta meter kubik air dan mengairi 4.500 hektare lahan pertanian. Dengan adanya bendungan, indeks pertanaman dapat meningkat dari 165 persen menjadi 275 persen serta menambah area tanam baru seluas 475 hektare.
Bendungan Jragung juga akan menyuplai air baku 1.000 liter per detik ke tiga daerah, yakni Semarang (400 liter/detik), Demak (350 liter/detik), dan Grobogan (250 liter/detik). Selain untuk irigasi dan air baku, proyek ini akan menghasilkan tenaga listrik mikrohidro sebesar 1,4 megawatt serta PLTS berkapasitas hingga 90 megawatt.
Dari sisi lingkungan, bendungan juga berfungsi mengurangi risiko banjir hingga 40 persen, terutama di wilayah hilir Kabupaten Demak, dan membantu konservasi air tanah di musim kemarau.
Dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun, Bendungan Jragung ditargetkan rampung pada November 2026 dan diharapkan menjadi proyek strategis nasional yang memperkuat ketahanan air dan energi Jawa Tengah.Dikutip dari RRI.co.id
