BRIN Jelaskan Penyebab Banjir Rob di Jakarta dan Dampaknya

BRIN Jelaskan Penyebab Banjir Rob di Jakarta dan Dampaknya

Jakarta – Peneliti Madya Pusat Riset Oseanologi BRIN, Johan Risandi, mengungkapkan penyebab sering terjadinya banjir rob di Jakarta. Salah satu faktor utama adalah penurunan muka tanah (land subsidence) yang berlangsung sangat cepat di beberapa wilayah ibu kota.

Menurut Johan, air laut bisa masuk ke daratan akibat kombinasi beberapa faktor. Salah satunya adalah gelombang pasang tinggi yang bisa muncul hingga dua kali dalam sebulan. Kondisi ini diperparah oleh cuaca ekstrem, termasuk angin kencang dan gelombang tinggi, yang mendorong lebih banyak air ke daratan.

“Kondisi ini kemudian diperkuat oleh cuaca yang tidak bersahabat, angin kencang dan gelombang tinggi. Ini lah yang mendorong lebih banyak air ke daratan,” jelas Johan saat dikonfirmasi, Selasa (18/11/2025).

Johan menekankan bahwa land subsidence merupakan faktor paling krusial. Data pemantauan menunjukkan, penurunan muka tanah di sejumlah titik Jakarta dapat mencapai 30 sentimeter per tahun. Ia menambahkan, Jakarta berada di atas tanah aluvial yang secara alami mengalami pemadatan, namun aktivitas manusia seperti pengambilan air tanah berlebihan mempercepat proses penurunan ini.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengulang peringatan yang pernah disampaikan mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait potensi bencana jika tanggul laut di kawasan Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan jebol. Ahok memperingatkan bahwa jika tanggul rusak, banjir bisa meluas hingga ke pusat kota, termasuk kawasan Monas.

“Tanggapannya sederhana, mudah-mudahan Pak Ahok salah. Mudah-mudahan Pak Ahok salah,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Utara.

Pantauan RRI.co.id menunjukkan, permukaan air di Pantai Mutiara sudah melebihi daratan setempat, meskipun masih tertahan oleh tanggul yang dibangun pemerintah untuk mencegah pasang laut.

Dengan faktor land subsidence yang terus meningkat, para ahli menekankan perlunya langkah mitigasi serius, termasuk pengelolaan air tanah dan perkuatan infrastruktur tanggul, agar risiko banjir rob di Jakarta dapat dikendalikan. Dikutip dari RRI.co.id