Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan UMKM dan perdagangan lokal menjadi sektor yang paling terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sektor usaha ini mengalami gangguan operasional karena kerusakan fasilitas, terganggunya pasokan bahan baku, dan akses transportasi yang terputus.
Bencana juga berdampak pada industri pengolahan dan manufaktur, sektor agribisnis akibat rusaknya lahan pertanian, serta transportasi dan logistik karena jalan, jembatan, dan infrastruktur pendukung mengalami kerusakan.
Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, mengatakan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional masih sulit dipastikan karena banyak faktor yang harus diperhitungkan. Menurutnya, dampak konsumsi dari daerah terdampak kemungkinan tidak terlalu besar bagi keseluruhan ekonomi Indonesia, meski sektor lokal mengalami kerugian signifikan.
Bencana yang terjadi pada akhir November 2025 telah menelan 961 korban meninggal, 293 orang hilang, dan sekitar 5.000 warga mengalami luka-luka akibat lumpur, kayu, dan runtuhan bangunan, menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 8 Desember 2025. Upaya penanganan dan pemulihan masih berlangsung untuk membantu masyarakat terdampak dan memulihkan aktivitas ekonomi lokal. Dikutip dari Antaranews.com
