Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menjalin kolaborasi strategis dengan Tiongkok untuk membangun 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kemitraan ini berfokus pada percepatan infrastruktur dapur sehat melalui investasi pengusaha Tiongkok yang tertarik mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ketua Umum Yayasan Gerakan Dapur Indonesia, Nofalia Heikal Safar, mengonfirmasi bahwa proyek “Dapur MBG Gotong Royong” ini akan menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam kunjungan kerjanya ke sejumlah kota besar di Tiongkok seperti Shenzhen dan Beijing, Nofalia menjajaki potensi transfer teknologi dan standarisasi operasional kuliner skala besar. Kolaborasi ini melibatkan penerapan teknologi dapur modern, sistem sanitasi yang ketat, serta manajemen distribusi makanan dari bahan baku hingga ke tangan konsumen. Selain infrastruktur, kunjungan ke ajang internasional seperti Canton Fair juga dimanfaatkan untuk mempromosikan komoditas unggulan Indonesia, seperti lada dan cengkeh, sebagai bagian dari standardisasi rantai pasok program MBG.
Implementasi 1.000 dapur MBG ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperluas jaringan dapur sehat di seluruh pelosok negeri. Melalui model yang diadopsi dari kesuksesan manajemen kuliner Tiongkok, SPPG di Indonesia akan memiliki sistem operasional yang lebih efisien dan terstandarisasi secara nasional. Hingga saat ini, para investor dari Tiongkok menyambut positif percepatan proyek ini sebagai bentuk sinergi ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara dalam bidang sosial dan kesehatan. Dikutip dari RRI.co.id
