DPR Ajak Komunitas Otomotif Dukung Kebijakan Hemat BBM Pemerintah

DPR Ajak Komunitas Otomotif Dukung Kebijakan Hemat BBM Pemerintah

Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengajak seluruh komunitas otomotif di Indonesia untuk memperkuat soliditas dan menjadi pelopor dalam mendukung kebijakan penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM). Langkah ini dinilai krusial di tengah tekanan geopolitik dunia, terutama eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang mengganggu distribusi energi global di Selat Hormuz. Bamsoet menekankan bahwa komunitas otomotif harus mengambil peran strategis sebagai agen perubahan guna membantu pemerintah memitigasi dampak krisis energi yang mulai menekan ekonomi nasional.

Lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat melampaui USD 100 per barel memberikan dampak langsung terhadap APBN Indonesia sebagai negara importir minyak. Dengan konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, di mana 70 persennya diserap oleh sektor transportasi, setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar USD 10 akan menambah beban subsidi energi hingga Rp30 triliun. Saat ini, pemerintah telah menganggarkan subsidi BBM dan LPG sebesar Rp210,06 triliun untuk tahun 2026, sehingga efisiensi energi menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditunda lagi demi menjaga daya beli masyarakat.

Guna menghadapi tantangan tersebut, Bamsoet mendorong komunitas otomotif untuk mengedepankan penggunaan kendaraan secara bijak serta mengampanyekan gaya hidup hemat energi. Pemerintah sendiri telah menyiapkan berbagai mitigasi, mulai dari pengendalian distribusi hingga percepatan pengembangan energi alternatif. “Komunitas otomotif memiliki peran strategis karena konsumsi BBM sektor transportasi sangat besar. Dengan efisiensi, mereka bisa menjadi agen perubahan nyata dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional,” ujar Bamsoet dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (13/4/2026). Dikutip dari RRI.co.id