Anggaran Dipangkas, Bagaimana Nasib Magang Nasional? Ini Kata Menaker

Anggaran Dipangkas, Bagaimana Nasib Magang Nasional? Ini Kata Menaker

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tahap III dari Kementerian Keuangan tidak akan mengganggu keberlangsungan program strategis Magang Nasional 2026. Menaker menjelaskan bahwa pemangkasan anggaran sebesar Rp181,8 miliar tersebut hanya menyasar pos belanja operasional seperti perjalanan dinas dan rapat koordinasi, bukan pada alokasi program inti. Dengan pemisahan pos anggaran ini, masyarakat dan calon peserta tidak perlu khawatir akan adanya pengurangan kualitas maupun kuota pada pelaksanaan program pemagangan tahun ini.

Hingga saat ini, Kemnaker tengah berupaya meningkatkan target peserta menjadi 150 ribu orang, naik signifikan dari kuota tahun lalu yang sebesar 100 ribu orang. Peningkatan ini merupakan respon atas tingginya antusiasme masyarakat, terutama para lulusan baru (fresh graduate), terhadap program Magang Nasional. Saat ini, pihak kementerian masih melakukan koordinasi intensif dengan Kemenko Perekonomian dan Kemenkeu sebelum nantinya meminta persetujuan akhir dari Presiden Prabowo Subianto.

Proses pemantauan dan evaluasi terhadap peserta magang eksisting juga terus ditingkatkan guna menjamin efektivitas program. Sebagai informasi, pelaksanaan Magang Nasional dilakukan secara bertahap, di mana sebanyak 14.952 peserta pada tahap I dijadwalkan akan menyelesaikan masa pemagangannya pada 19 April 2026. Melalui komitmen ini, pemerintah optimistis program magang tetap menjadi pilar utama dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia di tengah penyesuaian anggaran negara. Dikutip dari Antaranews.com