Mendiktisaintek Minta Kampus Terapkan WFH 1 Hari Seminggu bagi Dosen

Mendiktisaintek Minta Kampus Terapkan WFH 1 Hari Seminggu bagi Dosen

Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, resmi mengimbau seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk menerapkan kebijakan work from home (WFH) sebanyak satu hari dalam sepekan bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik). Langkah ini diambil sebagai upaya modernisasi lingkungan kerja akademis agar lebih fleksibel tanpa mengurangi produktivitas. Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4), Menteri Brian menegaskan bahwa pihak kampus perlu melakukan evaluasi dan pemilahan internal agar skema kerja jarak jauh ini dapat berjalan efektif di masing-masing institusi.

Untuk mendukung keberhasilan kebijakan tersebut, Menteri Brian memaparkan sejumlah strategi guna meningkatkan efisiensi kerja di lingkup pendidikan tinggi. Salah satu poin utamanya adalah optimalisasi sistem kerja yang tidak mengharuskan kehadiran fisik setiap hari, namun tetap menjaga standar pelayanan administrasi dan akademik. Dengan pengaturan jadwal yang matang, diharapkan beban kerja dosen dan tendik menjadi lebih seimbang sehingga dapat meningkatkan kualitas performa mereka dalam jangka panjang.

Implementasi teknis dari kebijakan WFH ini dapat dilakukan melalui penguatan sistem perkuliahan jarak jauh (PJJ) atau metode hybrid learning. Meski ada fleksibilitas, Mendiktisaintek menekankan bahwa setiap program studi (prodi) harus tetap memprioritaskan kualitas dan capaian pembelajaran mahasiswa. “Penerapan PJJ atau hybrid harus tetap memperhatikan mutu pendidikan yang sudah ditetapkan oleh masing-masing kampus,” pungkasnya, menutup penjelasan mengenai transformasi digital di sektor pendidikan tinggi tersebut. Dikutip dari Antaranews.com