Cara Mengenali Child Grooming dalam Pergaulan Sebaya dan Langkah Melindungi Anak dari Kekerasan Seksual

Cara Mengenali Child Grooming dalam Pergaulan Sebaya dan Langkah Melindungi Anak dari Kekerasan Seksual

JAKARTA – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan peringatan serius bagi para orang tua untuk mewaspadai fenomena child grooming yang kini marak terjadi dalam relasi sebaya di kalangan anak dan remaja. Anggota Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang IDAI, Dr. dr. Ariani, Sp.A, menjelaskan bahwa tindakan manipulasi psikologis ini dilakukan pelaku untuk membangun ikatan emosional demi eksploitasi seksual. Ironisnya, aksi ini sering kali luput dari pengawasan karena pelakunya adalah teman bermain atau kakak kelas yang dianggap biasa, namun sebenarnya memiliki dominasi kekuasaan atas korban.

Modus kejahatan ini biasanya dilakukan secara bertahap, mulai dari memberikan pujian dan perlakuan istimewa hingga membuat korban merasa bergantung secara emosional. Dr. Ariani menyoroti tren berbahaya di era digital, seperti permintaan foto pribadi secara online dengan dalih hubungan asmara atau pacaran. Jika foto tersebut didapatkan, pelaku kerap melakukan pengancaman (sextortion) atau berlanjut pada kekerasan fisik. Ketimpangan usia—seperti antara siswa SD dan SMP atau SMP dan SMA—menjadi celah bagi pelaku untuk menekan korban yang merasa butuh pengakuan sosial.

Sebagai langkah pencegahan, orang tua diimbau untuk memberikan pemahaman mendalam kepada anak mengenai batasan hubungan yang sehat dan tanda-tanda manipulasi. Pengawasan terhadap interaksi anak di platform digital serta kewaspadaan saat anak menjalin kedekatan dengan teman yang berusia jauh lebih tua sangatlah krusial. “Anak harus paham apakah hubungannya dengan orang lain bersifat eksploitatif atau tidak,” tegas dr. Ariani. Edukasi dini mengenai perlindungan privasi data pribadi menjadi benteng utama dalam menghindarkan remaja dari ancaman child grooming yang kian kompleks. Dikutip dari Antaranews.com