Tim Gabungan Turunkan Personel Full Power Padamkan Karhutla di Kabupaten Kampar

Tim Gabungan Turunkan Personel Full Power Padamkan Karhutla di Kabupaten Kampar

Pekanbaru – Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI/Polri, dan BPBD masih terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas 15 hektare di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar. Hingga Jumat (13/3/2026), operasi pemadaman telah memasuki hari keempat dengan fokus utama melokalisasi titik api agar tidak terus meluas. Koordinator Teknis Dalkarhut Wilayah Sumatera, Edwin Putra, mengungkapkan bahwa meski upaya pemadaman dilakukan secara intensif sejak pagi hingga sore, baru sekitar satu hektare lahan yang berhasil dipadamkan sepenuhnya dari total area terdampak.

Proses pemadaman di wilayah Kampar ini menghadapi tantangan berat karena kondisi lahan yang didominasi oleh tanah gambut. Api diketahui tidak hanya membakar permukaan yang dipenuhi pakis dan alang-alang, tetapi juga merambat di bawah permukaan tanah, sehingga bara api sulit dideteksi dan dipadamkan. Kondisi ini diperparah oleh cuaca cerah serta hembusan angin kencang dengan kecepatan sekitar 11 km per jam yang membuat api sangat cepat menjalar ke area semak belukar dan tegakan akasia di sekitarnya.

Selain faktor alam, tim gabungan juga terkendala oleh terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kejadian. Saat ini, petugas hanya mengandalkan kanal kecil dengan kedalaman sekitar 70 sentimeter, sehingga air harus disuplai terlebih dahulu ke bak penampungan sebelum disemprotkan ke titik api. Untuk mengatasi kendala ini, tim mengerahkan berbagai peralatan mulai dari mobil Strada, mesin pompa ZS Power, hingga pompa jinjing mini strike guna mempercepat distribusi air melalui jalur-jalur selang yang telah disusun di area kebakaran.

Hingga saat ini, status penanganan Karhutla di Desa Rimbo Panjang masih dalam tahap pemadaman lanjutan dan pendinginan. Tim gabungan tetap bersiaga penuh di lokasi guna memastikan bara api di lapisan dalam gambut benar-benar padam dan tidak memicu titik api baru. Upaya ini menjadi krusial untuk mencegah kabut asap yang dapat mengganggu kualitas udara di wilayah Riau. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang kering dan sangat rentan terhadap kebakaran. Dikutip dari Antaranews.com