Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada pengusaha batu bara dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) untuk memprioritaskan pasokan dalam negeri sebelum melakukan ekspor. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/03/2026), Presiden menekankan bahwa kekayaan alam Indonesia adalah milik bangsa dan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika pasar global.
Presiden Prabowo juga mengingatkan jajarannya, khususnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, agar bersikap tegas terhadap para pelaku usaha yang tidak mematuhi kewajiban pemenuhan pasar domestik. Menurut Presiden, pengusaha dipersilakan menjalankan bisnisnya di Indonesia, namun hak kepemilikan atas kekayaan alam tetap berada di tangan negara. Penegasan ini mengisyaratkan bahwa kepentingan nasional tidak boleh dikalahkan oleh ambisi ekspor yang hanya mengejar keuntungan sesaat tanpa memperhatikan kebutuhan dalam negeri.
Menanggapi arahan tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pemerintah telah memperketat pengawasan melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO). Perusahaan yang telah mendapatkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) diwajibkan memenuhi persentase tertentu untuk kebutuhan domestik. Bahlil memperingatkan bahwa izin ekspor tidak akan diterbitkan bagi perusahaan yang gagal memenuhi komitmen DMO tersebut. “Orientasi kita adalah kebutuhan domestik terlebih dahulu, baru sisanya kita ekspor,” tegas Bahlil.
Lebih lanjut, Kementerian ESDM kini tengah menyiapkan Keputusan Menteri (Kepmen) terbaru yang akan mengatur alokasi seluruh produksi batu bara nasional secara lebih ketat. Kebijakan ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi hilirisasi industri dan ketersediaan energi yang terjangkau bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal. Dengan aturan yang lebih mengikat, pemerintah optimis Indonesia tidak hanya menjadi eksportir komoditas, tetapi juga mampu mengelola sumber daya alamnya secara mandiri demi kemandirian pangan dan energi yang berkelanjutan. Dikutip dari Antaranews.com
