Sinergi antara industri pertahanan dan sektor jasa keuangan menjadi kunci dalam membangun sistem pertahanan negara yang andal, sebagaimana ditunjukkan melalui kolaborasi antara PT PAL Indonesia dan PT Jasaraharja Putera. Kerja sama strategis ini fokus pada penyediaan perlindungan asuransi komprehensif bagi proyek strategis nasional, termasuk pembangunan kapal perang dan kapal komersial. Melalui manajemen risiko yang terintegrasi, seluruh tahapan konstruksi mulai dari pemotongan baja pertama hingga pengiriman akhir mendapatkan jaminan perlindungan aset yang optimal.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menekankan bahwa kemitraan ini merupakan komitmen bersama untuk menjaga kedaulatan maritim dengan standar keamanan tertinggi. Dukungan asuransi memberikan kepastian bagi perusahaan untuk fokus pada inovasi teknologi tanpa khawatir akan risiko tidak terduga. Di sisi lain, Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, menyatakan kebanggaannya dalam memperkuat industri maritim nasional melalui skema penjaminan yang tangguh dan berkelanjutan.
Salah satu pencapaian utama dalam kolaborasi ini adalah perlindungan terhadap pembangunan Kapal Frigate Merah Putih nomor satu, yang menjadi simbol kemandirian teknologi pertahanan laut Indonesia. Langkah ini membuktikan kemampuan industri dalam negeri untuk menghasilkan alutsista berstandar internasional. Melalui hubungan berkelanjutan ini, kedua perusahaan berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional, khususnya dalam memperkokoh sektor maritim dan pertahanan Indonesia. Dikutip dari Metrotvnews.com
