Jakarta – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa anggaran operasional untuk Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi bersumber dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pengalihan pembiayaan ini dilakukan guna memastikan roda organisasi kementerian baru tersebut dapat langsung berjalan setelah kantor dan struktur kelembagaannya terbentuk. Suahasil menyebutkan bahwa Menteri ESDM sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menangani penataan anggaran ini dengan sangat baik.
Dalam APBN 2027, Kementerian ESDM sendiri diketahui mengelola alokasi anggaran sebesar Rp27,37 triliun yang kini tengah ditata ulang pengelolaannya. Pemerintah saat ini masih memproses regulasi administratif terkait bagian anggaran (BA), tata kelola, hingga mekanisme pendukung lainnya untuk Kemenko Hilirisasi. Pembentukan kementerian koordinator baru ini merupakan langkah strategis Presiden Prabowo Subianto guna mempercepat eksekusi target hilirisasi komoditas dan transisi energi nasional.
Kehadiran Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi dirancang untuk mengoordinasikan berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi, agar target pembangunan ekonomi berjalan sinkron. Untuk tahap awal, lokasi kantor kementerian koordinator baru tersebut masih akan menempati fasilitas di lingkungan Kementerian ESDM. Melalui koordinasi yang erat ini, pemerintah optimistis program hilirisasi strategis dapat segera direalisasikan secara optimal. Dikutip dari Antaranews.com
