Lumajang, Jawa Timur – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di sekitar kawasan wisata puncak B29, Desa Argosari, Kabupaten Lumajang. Tim TRC Siaga Posko Darurat Kekeringan dan Karhutla telah bergerak sejak Sabtu (8/8) untuk melakukan koordinasi serta membantu penanganan titik api di kawasan Bukit Sentigi Renteng dan Ledok Bedor.
Penanganan karhutla Bromo melibatkan personel TNBTS Resort Ranupane, BPBD Lumajang, Babinsa Argosari, Polsek Senduro, serta Masyarakat Peduli Api dari Desa Ranupane dan Argosari. Tim gabungan melakukan pemadaman secara manual dengan membuat sekat api dan gepyokan menggunakan dahan atau ranting basah. Upaya dari darat tersebut juga diperkuat dengan operasi water bombing menggunakan dua helikopter yang mengambil air dari Ranu Regulo untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani secara langsung.
BPBD Lumajang menyatakan penyebab kebakaran masih dalam proses identifikasi, sementara luas area yang terdampak karhutla juga masih dalam tahap asesmen dan penghitungan oleh pihak TNBTS. Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan penanganan kebakaran hutan di kawasan Bromo berjalan terpadu dan perkembangan situasi dapat dipantau secara berkelanjutan. Keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas dalam upaya pengendalian karhutla tersebut. Dikutip dari Antaranews.com
