Cilacap – Dampak krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kian meluas hingga pertengahan Juli 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mencatat bencana kekeringan kini telah melanda 15 desa yang tersebar di sembilan kecamatan. Sebanyak 14.267 jiwa dari 4.071 kepala keluarga (KK) dilaporkan mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengungkapkan bahwa pihaknya bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 74 tangki atau setara 390 ribu liter. Distribusi bantuan ini bersumber dari dana APBD Cilacap serta kolaborasi program Corporate Social Responsibility (CSR) bersama PMI dan lembaga Siaga Peduli. Mayoritas desa yang mengajukan bantuan tersebut merupakan wilayah yang menjadi langganan kekeringan tahunan setiap memasuki musim kemarau.
BPBD Cilacap terus mengantisipasi potensi perluasan wilayah terdampak kekeringan serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pasalnya, puncak musim kemarau di wilayah Cilacap diperkirakan baru akan terjadi pada bulan Agustus hingga September 2026. Meski sejauh ini belum ada laporan karhutla berskala besar, seluruh personel dan armada tangki air tetap disiagakan penuh untuk merespons dinamika di lapangan. Dikutip dari Antaranews.com
