LUMAJANG – Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan mengalami lima kali erupsi beruntun pada Jumat pagi (8/5/2026). Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa letusan tertinggi tercatat pada pukul 05.21 WIB dengan kolom abu teramati mencapai 1,2 kilometer di atas puncak atau sekitar 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu vulkanik terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang bergerak ke arah timur laut dan utara.
Rangkaian erupsi ini dimulai sejak dini hari pada pukul 00.39 WIB dan terus berlanjut hingga pukul 07.50 WIB dengan tinggi kolom letusan yang bervariasi antara 900 meter hingga 1 kilometer. Berdasarkan laporan tertulis yang diterima di Lumajang, aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih berada pada Status Level III (Siaga). Meskipun beberapa letusan awal tidak teramati secara visual karena faktor cuaca, intensitas abu vulkanik pada letusan terakhir tercatat cukup tebal dan menyebar ke arah utara, sehingga masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
Menanggapi kondisi tersebut, otoritas terkait mengeluarkan rekomendasi ketat agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 km dari pusat erupsi. Selain itu, warga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah karena risiko lontaran batu pijar, serta mewaspadai potensi awan panas dan aliran lahar di sepanjang lembah sungai yang berhulu di puncak Semeru. Larangan ini juga mencakup jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan guna menghindari perluasan awan panas yang bisa mencapai jarak 17 km. Dikutip dari Antaranews.com
