Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa sore ditutup menguat signifikan sebesar 1,22 persen atau naik 85,16 poin ke level 7.057,11. Performa positif ini didorong oleh aksi beli pada sektor finansial dan emiten konglomerasi besar, di mana indeks LQ45 juga turut terdongkrak naik 1,04 persen ke posisi 681,58. Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyebutkan bahwa kembalinya kepercayaan investor terhadap saham big caps perbankan menjadi katalis utama yang membawa IHSG betah di zona hijau sepanjang sesi kedua.
Penguatan pasar modal domestik ini sejalan dengan rilis data makroekonomi yang solid, di mana Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen (yoy). Akselerasi ekonomi ini dipicu oleh peningkatan daya beli masyarakat selama momentum Ramadhan dan Idul Fitri, serta distribusi THR yang memperkuat konsumsi rumah tangga. Meskipun APBN mencatatkan defisit sebesar Rp240,1 triliun per Maret 2026, kondisi inflasi yang terjaga di level 2,42 persen memberikan sentimen positif bagi stabilitas sektor keuangan di tanah air.
Di sisi lain, pergerakan IHSG hari ini juga dipengaruhi oleh dinamika global, terutama lonjakan harga minyak mentah akibat meningkatnya tensi geopolitik di Selat Hormuz antara Amerika Serikat dan Iran. Di tengah ketidakpastian regional Asia—di mana indeks Nikkei menguat namun Hang Seng melemah—investor domestik cenderung merespons positif sektor barang baku dan infrastruktur yang masing-masing melonjak lebih dari 2 persen. Secara keseluruhan, perdagangan hari ini mencatatkan transaksi fantastis mencapai Rp23,87 triliun dengan 342 saham berakhir di zona hijau. Dikutip dari Antaranews.com
